Friday, May 12, 2017

7 Kebinasaan Akibat Berbohong



Suka berbohong/berdusta adalah sikap yang sangat keji. Hanya orang2 yang dipelihara oleh Allah sahaja terlepas dari sikap ini. Selain merupakan dosa besar ia adalah penyebab dapat laknat dari Allah swt.

Erti bohong atau dusta ialah menceritakan sesuatu yang salah dengan apa yang berlaku, samada disengaja mahupun tidak.

Akhir-akhir ini bohong memang sudah menjalar dan tersebar kemana-mana, begitu laju dan cepat internet dan dunia maya, serta berbagai media televisyen atau radio ke seluruh dunia.

Sudah tidak boleh ditemui suatu hari pun yang sunyi dari pembohongan. Keluar sahaja di televisyen, sudah berbohong. Keluar sahaja di radio, sudah berbohong. Apa lagi di media maya seperti facebook, whats app, instagram dan lain2.

Didalam al-Quran lebih dari 200 ayat mengingatkan kita tentang bahaya berbohong. Antaranya :

1. Pembohong mendapat laknat dari Allah, Allah SWT berfirman yang ertinya:

"Laknat Allah atas orang-orang yang berdusta." (Ali Imran:61).

Erti laknat adalah dijauhkan dari kasih sayang Allah sedangkan rahmat Allah sangat diperlukan oleh manusia untuk mendapat kebaikkan2 dalam hidup.

2. Pembohong tidak mendapat hidayah: Allah SWT berfirman yang ertinya :

"Sesungguhnya Allah tidak menunjukkan orang yang berlebih2an dan sangat berbohong." (QS. Ghafir:28).

3. Para pelakunya menuju kejahatan. Dari Abdullah ibnu Mas'ud ra berkata: Bersabda Rasulullah saw yang ertinya :

"Hendaklah kamu sekalian menjauhkan dari berdusta, Sesungguhnya dusta menunjukkan kepada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan menunjukkan kepada neraka. Seseorang tidak akan berhenti berdusta dan masih menjalankan dusta hingga tercatat di sisi Allah sebagai kazzab ( sangat suka berbohong)." (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Bohong ialah kunci kemunafikan.

Dari Abdullah bin Amru bin Al'Ash ra Rasulullah saw bersabda yang ertinya :

"Empat perkara apabila ada padanya maka ia telah menjadi munafik sebenar, jikalau ada satu bagian saja dari mereka, maka ia mempunyai satu bagian kemunafikan hingga ia meninggalkannya. Apabila bercakap dia berdusta, bila melakukan perjanjian dia khianat, apabila berjanji dia ingkar dan apabila berselisih dia jahat. (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam Nawawi mengatakan: Makna hadits diatas adalah orang-orang yang mempunyai sifat-sifat ini adalah menyerupai sekali seperti kaum munafik, Karena munafik sejati adalah orang yang menyembunyikan apa yang tidak sesuai dengan dhahirnya.
(Syarah Muslim)

5. Bohong/dusta adalah khianat yg sangat besar. 

Dari An Nawwas bin Sam'an ra Rasulullah saw bersabda yang ertinya :

"Khianat besar adalah anda menceritakan kepada saudara kalian sebuah kisah lalu ia membenarkanmu sedangkan anda mendustainya."
(HR. Ahmad

7. Hidup Tidak Berkat

Dari Hakim bin Hizam ra dari Nabi saw bersabda yang ertinya :

"Dua orang yang berjual beli bagi keduanya khiyar (pilihan) sebelum berpisah, jikalau keduanya jujur dan menjelaskan (barangnya dengan jujur) maka keduanya diberkati dalam jual-beli mereka, dan apabila keduanya berdusta dan menutupi maka dihilangkanlah berkat jual beli mereka." (Riyadlush Shalihin jilid 4 hal 193)

Semoga kita dijauhkan dari sikap suka berbohong.Amiin Ya Rabbal 'alamiin.


Sunday, March 19, 2017

Berzikir Bagi Wanita Haid


ZIKIR kepada ALLAH SWT merupakan suatu kewajipan bagi setiap Muslim dan Muslimah.Sebagaimana yang difirmankan Allah SWT:

"Kerana itu, berzikirlah (ingat) kamu kepadaKu nescaya Aku akan ingat kepada kamu, dan bersyukurlah kepadaku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) Ku."
(Al-Baqarah: 152)


Firman Allah SWT:

"Dan sesunggugnya berzikir (mengingati) Allah adalah lebih besar (keutamaannya dan ibadah-ibadah yang lain."
(Al-Ankabut: 45)

Dalam mengisahkan Yunus a.s., Allah berfirman:

"Maka kalau sekiranya dia (Yunus) tidak termasuk orang-orang yang banyak berzikir kepada Allah, nescaya dia akan tetap tinggal di dalam perut ikan itu sampai hari berbangkit."
(Al-Shafat: 143-144)

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

"Perumpamaan orang yang berzikir kepada ALLAH dengan orang yang tidak berzikir adalah seperti orang hidup dan orang mati."


Di antara bentuk kemurahan Allah SWT terhadap kaum wanita adalah memberikan keringanan kepada kaum wanita untuk berzikir kepadaNya semasa dalam waktu haid, meski pada saat itu mereka tidak boleh mengerjakan solat dan puasa.


Ummu Athiyyah r.a. menceritakan:

"Kami diperintahkan keluar pada hari Raya Aidil Fitri dan Aidil Adha, juga wanita pingitan dan gadis."

"Wanita-wanita haid keluar dan menempati posisi di belakang jamaah yang mengerjakan solat, dan bertakbir bersama-sama mereka." Lanjut Ummu Athiyyah."
(HR. Muttafaqun 'alaih)


Imam Nawawi rahimahullah juga mengatakan:

"Ucapan Ummu Athiyyah, 'Wanita-wanita haid itu bertakbir bersama jamaah menunjukkan dibolehkannya zikir kepada Allah SWT bagi wanita haid dan wanita yang sedang junub.Yang diharamkan baginya adalah membaca Al-Quran."



Kredit : Berita Islam